"Intisari Ajaran"

"Intisari Ajaran"

Postby Hudoyo Hupudio » Tue Jun 01, 2010 6:21 am

[Dari buku "Duduk Diam dengan Batin yang Hening" (halaman 133-5):]

J. Krishnamurti
(1895 – 1986)


Nama Jiddu Krishnamurti tidak asing lagi bagi para pejalan spiritual. Ia dilahirkan pada tahun 1895 di Madanapalle, India, anak ke delapan dari sebuah keluarga brahmana. Pada usia 14 tahun, ia “ditemukan” dan dibesarkan oleh para pemimpin Teosofi. Ia dididik dan disiapkan untuk menjadi “wahana” bagi “Guru Dunia” (Lord Maitreya), yang dipercaya oleh kaum Teosofi pada waktu itu akan datang kembali ke dunia 2000 tahun setelah kedatangannya sebagai Yesus Kristus. Untuk menyiapkan peristiwa itu dibentuklah Perkumpulan Bintang Timur [The Order of the Star in the East], di mana ia menjadi ketuanya.

Namun ternyata kemudian Krishnamurti menempuh jalannya sendiri, menyimpang dari garis yang ditetapkan oleh Teosofi. Pada tahun 1922 ia mengalami pencerahan yang membuatnya berkata: “Aku telah melihat. Tak ada yang akan kembali seperti dulu lagi. ... Tak akan pernah lagi aku berada dalam kegelapan. ... Aku telah menyentuh Welas Asih yang menyembuhkan segenap kesedihan dan penderitaan; itu bukan untukku sendiri, melainkan untuk dunia. Sumber Kebenaran telah terbuka bagiku dan kegelapan telah lenyap. Cinta dalam seluruh kemegahannya telah memabukkan hatiku; hatiku tak akan pernah tertutup lagi. Aku telah minum dari pancuran Sukacita dan Keindahan abadi.”

Pada tahun 1929 dibubarkannya Perkumpulan Bintang Timur, dan ia keluar dari lingkungan Teosofi. “Aku tidak ingin masuk organisasi spiritual apa pun. Jika sebuah organisasi didirikan untuk tujuan ini, maka ia akan menjadi tongkat penyangga, menjadi kelemahan, belenggu, dan tentu akan melumpuhkan manusia, dan merintanginya untuk tumbuh, untuk menegakkan keunikannya, yang terletak pada penemuannya sendiri akan Kebenaran mutlak yang tak terkondisi. ... Aku tidak menginginkan pengikut. Pada saat kalian mengikuti seseorang, kalian tidak lagi mengikuti Kebenaran. ... ” katanya.

Sejak itu ia berkelana ke berbagai kota di berbagai benua, berbicara kepada setiap orang yang mau menyimaknya. Kehidupan seperti itu dijalaninya sampai ia meninggal dunia pada tahun 1986, dalam usia 91 tahun, di Ojai, California. Puluhan jilid buku diterbitkan di seluruh dunia berisikan ceramah, dialog dan tulisannya. Beberapa sekolah yang menyelenggarakan pendidikan berdasarkan ajarannya didirikan di India, Inggris dan California.

*****

[Dalam sebuah tulisan singkat pada tahun 1980, ia menguraikan intisari ajarannya, yang disebutnya "The Core of the Teachings":]

“Intisari ajaran Krishnamurti terkandung dalam pernyataan yang dibuatnya pada tahun 1929, ketika ia berkata, ‘Kebenaran adalah wilayah tanpa jalan’ ["Truth is a pathless land"]. Manusia tidak bisa sampai ke situ melalui organisasi apa pun, melalui kepercayaan apa pun, melalui dogma, pendeta atau ritual apa pun, tidak pula melalui pengetahuan filosofis atau teknik psikologis. Ia harus menemukannya melalui cermin relasi, melalui pemahaman akan isi batinnya sendiri, melalui pengamatan dan bukan melalui analisis intelektual atau pembedahan introspektif. Manusia telah membangun di dalam dirinya citra-citra [images] sebagai pagar keamanan--religius, politis dan pribadi. Ini terwujud sebagai simbol, ide dan kepercayaan. Beban citra-citra ini mendominasi pemikiran, relasi dan kehidupan sehari-hari manusia. Citra-citra inilah penyebab dari masalah-masalah kita, oleh karena mereka memisahkan manusia dari manusia. Persepsinya mengenai kehidupan dibentuk oleh konsep-konsep yang telah tertanam dalam batinnya. Isi kesadarannya adalah seluruh eksistensinya. Isi ini sama bagi seluruh kemanusiaan. Individualitas adalah nama, wujud dan budaya superfisial yang diperolehnya dari tradisi dan lingkungan. Keunikan manusia bukan terletak pada yang superfisial, melainkan pada kebebasan sepenuhnya dari isi kesadarannya, yang sama bagi seluruh umat manusia. Jadi ia bukanlah individu.

“Kebebasan bukanlah reaksi, kebebasan bukanlah pilihan. Hanyalah anggapan manusia saja yang merasa bebas karena ia mempunyai pilihan. Kebebasan adalah pengamatan murni tanpa arah, tanpa takut akan hukuman dan ganjaran. Kebebasan adalah tanpa motif; kebebasan bukan terletak pada akhir evolusi manusia, melainkan pada langkah pertama dari eksistensinya. Dalam pengamatan orang mulai menemukan tidak adanya kebebasan. Kebebasan ditemukan dalam kesadaran tanpa-memilih akan eksistensi dan kegiatan kita sehari-hari.

“Pikiran adalah waktu. Pikiran lahir dari pengalaman dan pengetahuan, yang tidak terpisah dari waktu dan masa lampau. Waktu adalah musuh psikologis manusia. Tindakan kita didasarkan pada pengetahuan dan dengan demikian pada waktu, sehingga manusia selalu menjadi budak masa lampau. Pikiran selalu terbatas dan dengan demikian kita hidup dalam konflik dan pergulatan terus-menerus. Tidak ada evolusi psikologis.

“Bila manusia sadar akan gerak pikirannya sendiri, ia akan melihat pemisahan antara si pemikir dan pikirannya, antara si pengamat dan yang diamati, antara yang mengalami dan yang dialami. Ia akan menemukan bahwa pemisahan ini ilusi. Maka hanya di situlah terdapat pengamatan murni, yang adalah pencerahan tanpa secercah bayangan dari masa lampau atau dari waktu. Pencerahan tanpa-waktu [timeless] ini menghasil-kan perubahan mendalam dan radikal dalam batin.

“Negasi total adalah esensi dari yang positif. Bila terdapat negasi dari semua hal yang telah dibuat oleh pikiran secara psikologis, maka hanya di situlah terdapat cinta, yakni welas asih [compassion] dan kecerdasan.”

*****

[Dari sampul belakang buku "Duduk Diam dengan Batin yang Hening":]

Sahabat, jangan hiraukan siapa aku; engkau tak akan pernah tahu. Aku tak mau engkau menerima apa saja yang kukatakan. Aku tak membutuhkan apa-apa dari siapa pun; aku tak menginginkan popularitas; aku tak membutuhkan sanjunganmu, atau engkau mengikutiku. Oleh karena aku mencintai kehidupan, aku tak membutuhkan apa-apa. Masalah-masalah ini tidak terlalu penting; yang penting adalah fakta bahwa engkau menaati dan membiarkan pertimbanganmu dikotori oleh otoritas. Pertimbanganmu, batinmu, kasih sayangmu, kehidupanmu dikotori oleh hal-hal yang tak punya arti, dan di situ terdapat kesedihan.”
User avatar
Hudoyo Hupudio
 
Posts: 1284
Joined: Fri May 07, 2010 10:26 pm
Location: Jakarta, Indonesia

Return to J. Krishnamurti - Ajaran, Riwayat Hidup

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests

cron